Kamis, 02 Juli 2020

PENGEMBANGAN BUDIDAYA AYAM

Tips Sukses Budidaya Ayam Kampung dengan Modal Kecil

Penulis Jujang -Maret 3, 2020

Tips Sukses Budidaya Ayam Kampung dengan Modal Kecil

Budidaya ayam kampung dengan modal kecil bisa anda coba dengan teknik yang tepat, sehingga mampu menghasilkan keuntungan. Foto:Ist/Net

Budidaya ayam kampung tidak semudah yang dibayangkan. Kebanyakan orang selama ini hanya membudidayakan ayam kampung dengan cara kuno atau tradisional. Di kampung-kampung, masyarakat membuat kandang alakadarnya, memberi pakan seadanya dan kerap membiarkan ayam-ayamnya berkeliaran. Begitu sore hari, ayam-ayam tersebut akan pulang sendiri ke kandanganya.


Teknik memelihara ayam kampung yang demikian tidak begitu menguntungkan. Sehingga, banyak masyarakat yang hanya sebatas iseng memelihara ayam kampung. Selain dijual, ayam kampung yang dipelihara masyarakat di perkampungan, biasanya dijadikan untuk dikonsumsi sendiri tak kala Idul Fitri.




Prepare Yourself for a Flash

Flood With These Tips


Banyak masyarakat di Indonesia yang mengeluhkan beberapa kendala dalam memelihara ayam kampung, pakan ayam yang mahal, ketersediaan lahan (kandang) hingga keterbatasan informasi tentang cara budidaya ayam kampung yang baik dan benar.


Wajar saja, jika memelihara ayam kampung tidak bisa dijadikan andalan usaha. Padahal jika ditekuni dengan serius, memelihara ayam kampung ternyata bisa menghasilkan keuntungan yang menjanjikan.



 

Untuk diketahui, seekor ayam kampung betina dalam setahun akan menetaskan telurnya minimal lima kali. Jika dirata-rata induk ayam dalam sekali bertelur menetaskan ada 10 ekor anak ayam, maka dalam satu tahun anda bisa memiliki 50 ekor anak ayam.


Coba anda bayangkan jika anda memiliki 10, 20 atau bahkan 50 indukan betina? Tidak tertarik kah anda melakukan budidaya ayam kampung?


Agar sukses dalam budidaya atau memelihara ayam kampung, bagi anda pemula bisa memulai dengan pembesaran ayam kampung, dengan membeli langsung anak ayam kampung yang baru menetas atau sering disebut DOC.



 

Cara ini dirasa lebih efektif daripada memelihara indukan ayam kampung, karena harus menunggu indukan untuk bertelur, mengeram dan menetas.


Cara Budidaya Ayam Kampung Yang Efektif

Untuk bisa berhasil dalam usaha budidaya ayam kampung, anda harus menguasai beberapa teknik mulai dari proses produksi hingga pemasarannya. Dalam sebuah proses produksi ayam kampung, beberapa poin harus anda perhatikan mulai dari pengadaan bibit (anak ayam), sistem perkandangan dan perawatan ayam.


Dalam hal pemasaran juga harus dipikirkan, sebaiknya anda mempertimbangkan sistem pemasaran dan bentuk akhir ayam kampung yang akan dipasarkan.



 

Berikut ini kami akan uraikan beberapa tips sukses budidaya ayam kampung;


1. Pengadaan Bibit atau Anak Ayam

Untuk lebih mengefektifkan beternak ayam kampung, anda bisa membeli langsung anak ayam yang baru menetas atau DOC (Day Old Chicken). Jika anda sabar, anda juga bisa menunggu anak ayam yang menetas dari indukan yang anda pelihara sebelumnya.


Apabila anda mencoba budidaya ayam kampung dengan membeli DOC ayam kampung secara langsung, anda mesti mempertimbangkan jumlah DOC yang akan anda beli. Jumlah DOC yang anda beli harus disesuaikan dengan luas kandang pembesaran yang anda miliki. Jangan lupa juga, anda harus pertimbangkan dari sisi modal yang anda miliki, karena semakin banyak anda beli DOC, maka akan semakin banyak pakan yang akan anda beli.



 

Beternak ayam kampung dengan membeli DOC lebih efektif ketimbang dengan menetaskan telur sendiri. Karena jika menetaskan telur, anda harus membeli dulu indukan ayam lalu menunggu hingga indukan bisa bertelur.


Kelemahan budidaya ayam kampung dengan cara menetaskan telur indukan yakni anda harus direpotkan dengan pengadaan telur dalam jumlah tertentu, untuk mendapatkan hasil maksimal anda juga mesti memiliki mesin penetas telur.


Selain anda harus mempertimbangkan beternak ayam kampung dengan membeli DOC atau menetaskan telur sendiri, anda juga harus mempertimbangkan jenis bibit anak ayam kampung yang akan anda pelihara. Pilihlah bibit ayam kampung yang bagus.



 

Saat ini ada beberapa jenis ayam kampung, mulai dari ayam kampung biasa hingga jenis ayam kampung Jawa Super atau Joper. Ayam Joper diketahui memiliki kualitas baik, karena pertumbuhannya terbilang cepat besar dibanding ayam kampung biasa. Kami sarankan jika anda ingin memulai budidaya ayam kampung, pilihkan bibit unggul seperti ayam Joper.


2. Pemilihan Jenis Kandang Ayam

Yang harus anda perhatikan dalam memulai usaha ayam kampung yakni pemilihan kandang. Anda harus menyiapkan kandang terlebih dahulu sebelum memulai usaha pembesara ayam kampung.


Ada tiga jenis kandang ayam yang bisa anda gunakan untuk budidaya ayam kampung;

PENGEMBANGAN BUDIDAYA AYAM

Tips Sukses Budidaya Ayam Kampung dengan Modal Kecil Penulis Jujang -Maret 3, 2020 Tips Sukses Budidaya Ayam Kampung dengan Modal Kecil Budi...